Powered by Blogger.

Wednesday, June 26, 2013

KEPRIBADIAN DARI CARA MEMAKAI KACAMATA

segalah sesuatu yang anda kerjakan ternyata tidak terjadi secara begitu saja tetapi menyimpan motif dan makna tertentu. begitu pula cara anda memakai kacamata, menyimpan makna dan motif yang seringkali anda sendiri tidak menyadarinya. ternyata cara anda memakai kacamata mampu menunjukkan dan menyibak rahasia kepribadian anda.
  • melihat dari atas kacamata. ini mencerminkan karakter yang superior, merasa menguasai segalah hal dan percaya diri yang berlebihan.
  • meletakkan kacamata di atas kepala mencerminkan watak yang tenang dan memilki kecenderungan menjadi penguasa atau pemimpin.
  • meletakkan kacamata di ujung hidung dan melihat dari atas frame (bingkai) menunjukkan pribadi yang banyak mengeluh dan menggerutu atas kesulitan yang menimpanya serta tidak mau menerima ucapan orang lain.
  • melepas kacamata sebelum berbicara, menunjukkan bahwa orang tersebut hendak memusatkan pikiran pada sesuatu yang tengah dibicarakan serta agar mudah memahami tema pembicaraannya. jika sebentar-sebentar memandang ke bawah atau ke jarak yang dekat menunjukkan bahwa orang itu sedang meningkatkan konsentrasinya pada suatu masalah tertentu.
  • menggigit ujung frame mencerminkan pada pemikiran dan renungan yang mendalam, kadang juga menunjukkan kondisi emosi yang meninggi dan mudah marah.
  • memakai kacamata di dalam ruangan mencerminkan bahwa pemakainya memiliki sifat pemalu atau mungkin juga penakut. sebab dengan memakai kacamata tersebut, rasa tidak percaya diri atau malu terrhadap orang lain bisa tertutupi.
  • terus menerus memegang (membenarkan letak) kaca mata menunjukkan perasaan haus akan kasih sayang dan perhatian.
sumber: buku membangkitkan energi diri (self power) karya ahmad salim badawilan tahun 2010 halaman 177

ARTI SENYUMAN DAN LANGKAH KAKI

ARTI SENYUMAN

terdapat beberapa jenis senyum yang populer. senyum sedang, lebar, melintang dan kecut.
  • senyum sedang, giginya tidak terlihat. kita sering menyaksikan senyum iniketika seseorang sedang tidak bersama orang lain. dia sedang tersenyum untuk dirinya sendiri.
  • senyuman lebar sehingga gigi-gigi terlihat dengan jelas dan terbuka hingga tertangkap oleh pandangan mata. senyuman ini pada umumnya senyum penyambutan di tengah pertemuan antara teman atau ketika orang tua bertemu anaknya.
  • senyum yang melintang. senyuman ini memiliki hubungan dengan tawa. gigi yang atas dan bawah terbuka dan jelas terlihat. pada umumnya jarang-jarang terjadi pada pandangan mata.
  • senyum memanjang. senyuman ini terjadi ketika kita hendak berbicara dengan hati-hati. kedua bibir menutup gigi yang atas dan bawah. senyum yang demikian mengandung arti yang mendalam. ia memang senyuman tetapi pada kenyataannya terasa hambar.
  • ada juga yang disebut dengan senyum kecut, yakni hanya terlihat pada wajah gadis-gadis yang ketakutan, sinis atau tidak bersahabat.


ARTI LANGKAH KAKI
  • ada seorang yang berjalan sambil tersenyum. manusia pada umumnya memiliki sifat seperti perilaku ayam jantan. disebut demikian karena sebagian orang berjalan dengan tegak layaknya ayam jantan yang sombong.
  • kita biasa menjumpai seseorang yang berjalan cepat sambil berkacak pinggang dan lengan baju terbuka. orang demikian biasanya sedang dikuasai emosi dan menanggung urusan tertentu.
  • orang yang berjalan sambil menyelipkan lengan baju di saku celana bahkan seandainya cuaca sedang panas , lelaki ini tetap menyembunyikan tangannya. yang seperti ini adalah orang yang suka meremehkan orang lain.
  • ada juga lelaki yang berjalan sambil menyeret langkah kakinya, sementara kedua tangannya berada dalam saku celana, sesekali melihat ke atasatau menatap ke arah ia berjalan. lelaki yang demikian sedang bersedih, cemas, gundah dan gelisah.
  • lelaki yang berjalan dengan langkah sangat lambat, kadang-kadang berhenti untuk menendang batu kecil yang ia temukan di jalan, sambil menunduk kecil untuk membalikkan selembar daun lalu ditinggalkan di atas tanah berarti lelaki ini sedang sibuk berpikir dan berkonsentrasi memikirkan sesuatu hal.
  • lelaki yang berjalan sambil membusungkan dada, mengangkat dagunya, menggerakkan kedua tangannya secara berlebihan ketika berjalan sementara kedua kakinya direnggangkan, langkahnya lebar. lelaki demikian bangga kepada dirinya dan sedikit terlena atau lupa diri.
sumber: buku membangkitkan energi diri (self power) karya ahmad asalim badawilan tahun 2010 halaman 177

CERITA MOTIVASI: JENDELA RUMAH SAKIT

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras sedang di rawat di sebuah kamar rumah sakit. seorang diantaranya menderita sebuah penyakit yang mengharuskan duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan di paru-parunya. kebetulan tempat tidurnya berada di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. sedangkan pria yang lain harus terbaring lurus di atas punggungnya.

setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. mereka membicarakan istri dan keluarga , rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang biasa mereka kunjungi selama liburan.

setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada di dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. selama satu jam itulah pria kedua merasa sangat senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

" di luar jendela tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. itik dan angsa berenang-renang cantik sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. sebuah pohon tua besar menghias taman itu. jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. suatu senja yang indah."

pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil  sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan itu. perasaannya menjadi lebih tenang dalam menjalani kehidupannya di rumah sakit itu. semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

pada suatu sore yang lain pria yang duduk di dekat jendelan menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu namun ia bisa melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. begitulah seterusnya dari hari ke hari dan satu minggu pun berlalu.

suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. ia mendapati ternyata pria yang terbaring di dekat  jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lainnya untuk memindahkannya ke ruang jenazah. kemudia pria yang kedua ini meminta kepada perawat untuk dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segalah sesuatunya. ketika semuanya selesai ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

dengan perlahan dan kesakitan pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. hatinya tegang, perlahan ia mendongakkan kepalanya ke samping jendela yang ada di dekatnya. apa yang dilihatnya? ternyata itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!!

ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat pemandangan yang luar biasa indah di baik jendela itu. perawat tadi menceritakan bahwa sesungguhnya pria yang tadi adalah seorang yang buta dan bahkan tidak dapat melihat tembok sekalipun.

"barangkali ia ingin memberimu semangat hidup", kata perawat itu

RENUNGAN:

kita percaya setiap kata selalu bermakna bagi orang yang mendengarnya. setiap kata adalah sebuah pemicu yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia dan membuat kita melakukan sesuatu. kata-kata skan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita dalam berpikir dan bertindak.

kita percaya dalam kata-kata tersimpan kekuatan yang sangat kuat. dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. kekuatan kata-kata akan selalu hadir pada kita yang percaya.

kita percaya, kata-kata yang santun, sopan dan penuh dengan motivasi akan bernilai dukungan dan memberi kontribusi positif untuk setiap langkah manusia. ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. menyampaikan keburukan sebanding dengan setengah kemuraman namun menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.

WISDOM OF THE DAY

Jika anda membuat seseorang bahagia hari ini, anda juga membuat ia berbahagia dua puluh tahun lagi saat ia mengenang peristiwa itu. (Sydney Smith)

Sumber: Buku Motivasi net karya Ir. Andi Muzaki tahun 2004 halaman 27.

KEPRIBADIAN DARI BUKU YANG DIBACA

Pepatah mengatakan " You are what you read", kepribadian kita bisa dibaca dari jenis buku kesukaan. meski dianjurkan untuk bisa mencicipi semua jenis buku, namun setiap orang tentu mempunyai buku favorit yang isa mencerminkan kepribadiannya.

  • pembaca yang suka pada cerita-cerita populer memiliki perasaan yang sensitif dan tertarik mengikuti gaya hidup masa kini dan jauh dari masalah.
  • pembaca yang senang pada cerita-cerita detektif berkarakter tegas dan senang ketenaran serta mampu mandiri dan menyukai tantangan.
  • pembaca yang menyukai buku-buku sejarah sangat mengidolakan masa lalu dan memiliki ingatan serta kecintaan untuk mengambil peajaran dan nasihat dari masa lalu itu. dia adalah pribadi yang memiliki wawasan jauh ke depan dan juga suka meihat hikmah sebelum mengambil suatu keputusan.
  • pembaca yang menyukai buku-buku klasik hampir serupa dengan karakter sebelumnya yaitu orang yang menyukai buku-buku sejarah, hanya saja dia memiliki kecenderungan untuk merealisasikan sesuatu yang ia cita-citakan dengan tetap berpegang pada etika dan nilai-nilai moral.
  • pembaca yang menggemari buku-buku biografi adalah sosok yang suka melakukan penelitian dan berambisi menjadi tokoh yang dibaca dalam tokoh tersebut.
  • pembaca yang menyukai buku-buku tanaman berkarakter suka kedamaian, menjauhi ikut campur dalam urusan kehidupan yang berat dan bahaya.
  • pembaca yang cenderung pada buku-buku sastra adalah tipe seorang idealis yang menghargai keindahan dunia dan sangat filosofis.
sumber: buku membangkitkan energi diri (self power) tahun 2010 halaman 168

CERITA MOTIVASI: SENDAL KULIT SANG RAJA

seorang maharaja akan berkeliling untuk melihat keadaan rakyatnya. ia memutuskan untuk berjalan kaki saja.baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. ia berpikir, "ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. aku harus memperbaikinya." maharaja lalu memanggil menteri istana. ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kuliat sapi yang terbaik. segera saja para menteri melakukan persiapan-persiapan. mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri. ditengah-tengah kesibukan itu datanglah seorang pertapa menemui sang maharaja,"wahai paduka, mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kuliat sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini padahal yang sesungguhnya paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi kaki paduka saja." konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut "sendal".

RENUNGAN:

ada pelajaran yang berharga dai cerita ini. untuk membuat dunia jadi tempat yang nyaman untuk hidup. kadangkala kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita dan diri sendiri dan bukan dengan jalan mengubah dunia itu. 

karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. dunia dalam kadang hanyalah suatu bentuk personal. dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri yang pemainnya adalah kita sendiri. tak ada orang yang terlibat disana sebab seringkali dalam pandangan kita dunia adalah bayangan kita sendiri.

ya, memang jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tidak pernah merasakan sakit atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

WISDOM OF THE DAY:

Alam memberikan kita satu lidah akan tetapi memberi kita dua telinga agar kita dua kali lebih banyak mendengar daripada berbicara (La Rouchefoucauld)

sumber: buku motivasi net karya Ir. Andi Muzaki tahun 2004 halaman 30

Monday, June 24, 2013

CERITA MOTIVASI: PAKU

suatu ketika ada anak laki-laki yang bersifat pemarah. untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada anaknya untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali ia marah..

pada hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar. lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. ia mendapati bahwa lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

akhirnya tibalah saat diaman anak itu merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. ia memberitahukan hal ini kepada ayahnya yang kemudian mengusulkan agar ia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana ia tidak marah.

hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. "hem, kamu telah berhasil anakku. tapi lihat lubang-lubang di pagar ini. pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. kata-katamu meninggalkan bekas seperti di lubang ini....di hati orang lain"

kamu dapat menusukkan pisau kepada seseorang lalu mencabut pisau itu...tetapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada dan luka karena kata-kata sama buruknya dengan luka fisik...

Sumber: buku motivasi net karya Ir. Andi Muzaki, SH, MT tahun 2004 hal 15

CERITA MOTIVASI: GARAM DAN TELAGA

suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. pada suatu pagi datanglah anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. tamu itu memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. pak tua yang bijak hanya mendengarkan dengan seksama. ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya mengambil segelas air. ditaburkannya garam itu ke dalam gelas lalu di aduknya perlahan. "coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya".

"asin,.asin sekali rasanya", jawab sang tamu sambil meludah ke samping.

pak tua itu sedikit tersenyum lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

pak tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga dan dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air mengusik ketenangan telaga itu. 

"coba minum air telaga ini", kata pak tua dan setela tamunya meminum airnya ia kembali bertanya, "bagaimana rasanya?"

"segar", sahut tamunya. " apakah kamu merasakan garam dalam air itu?", tanya pak tua lagi. "tidak", jawab anak muda tersebut.

dengan bijak pak tua itu menepuk punggung anak muda kemudian mengajaknya duduk berhadapan,bersimpuh di tepi telaga itu."anak muda, dengarlah. pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama."

"tetapi kepahitan yang kita rasakan akan sangat bergantung dengan wadah yang kita miliki. kepahitan itu akan didasarkan pada perasaan tempat kita meletakkan segalahnya. itu semua tergantung pada hati kita. jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.lapangkan dadamu menerima semuanya. luaskan hatimu untuk menampung semua kepahitan itu."

pak tua itu kembali memberikan nasehat, "hatimu adalah wadah itu. perasaanmu adalah tempat itu. kalbumu adalah tempat kamu menyimpan segalahnya. jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas namun buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

keduanya lalu beranjak pulang.mereka sama-sama belajar hari itu. dan pak tua, si orang bijak itu kembali menyimpan "segenggam garam" untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

sumber: buku motivasi net karya Ir. Andi Muzaki, SH, MT tahun 2004



 

Popular Posts

Followers